October 04 – October 06, 2024 / Indonesia Convention & Exhibition, ICE BSD

Mulai Terkuak, Basis Mobil dan Konsep Modifikasi Pilihan Para Kontestan Black Stone Live Modz 2022 ‘Perang Bintang’ di OLX AUTOS IMX 2022

IMX,- Kompetisi tahunan Blackstone Livemodz Challenge sebagai bagian salah satu acara unggulan OLX Autos Indonesia Modification & Lifestyle Expo 2022: The Indonesian Kalcer, sudah mulai bergulir secara digital dan mulai menawarkan aroma persaingan seru.

Mengusung konsep ‘Perang Bintang’, tantangan para kontestan dan tim modifikator khusus tahun ini dikemas berbeda dan lebih menantang. Sebelumnya, Ketua Dewan Komite NMAA  Bambang Soesatyo, serta team juri dan panitia membuka kesempatan pendaftaran, namun yang lolos seleksi dan ikut kompetisi terpilih hanya 5 kontestan saja.

Kelima kontestan ini berasal dari publik figur nasional sekaligus car enthusiast yang diyakini mampu menginspirasi publik. Mereka adalah, Raffi Ahmad, Atta Halilintar, Gading Marten, Andre Taulany, dan Uya Kuya. Kelima peserta ini sebelumnya dikenal memiliki hobi otomotif terutama modifikasi kendaraan miliknya.

Berbeda konsep Live Modz sebelumnya, tahun ini kontes unjuk kebolehan modifikasi kendaraan roda empat ini mengambil basis mobil berbeda. Hasil akhir modifikasi akan dinilai dengan score sheet oleh dewan juri pilihan yakni Fitra Eri, Rifat Sungkar, dan dua juri NMAA: Erwin Chairudin dan Edy Vertue.

Para kontestan dibebaskan memilih sendiri basis mobil modifikasinya. Namun penilaian  akhir akan disamaratakan dengan score sheet yang telah disiapkan dewan juri. Mereka juga akan menilai dari kualitas modifikasi dan craftmanship, sehingga basis mobil tidak terlalu berpengaruh lagi.

Menariknya, Raffi Ahmad dan Andre Taulany yang seringkali bersaing di kanal youtube masing-masing justru memilih basis mobil sama. Yakni BMW E30 yang eksis di era 1990-an. Kedua kontestan ini memiliki alasan tersendiri memilih basis mobil serupa dengan gaya modifikasi yang tentunya nanti akan berbeda.

Raffi Ahmad: Mengenang Sang Ayah

Bagi Raffi Ahmad, BMW seri 3 berkode sasis E30 miliknya merupakan kendaraan penuh historis milik almarhum Ayah tercinta. Banyak kenangan manis dirinya bersama E30 yang tidak bisa dilupakan hingga saat ini. Mobil yang menemaninya selama puluhan tahun ini, seketika menjaga ingatan dan kerinduan mendalam ke Ayahnya.

Foto: IMX

Begitu terpilih menjadi kontestan Black Stone Live Modz 2022, Raffi memutuskan memodifikasi mobil tersebut sebagai dedikasi tinggi untuk Ayah tercinta. Menurutnya, BMW E30 diamanatkan khusus kepadanya agar tetap terawat dan terjaga kondisinya.

Di kompetisi Black Stone Live Modz Challenge 2022 kali ini, Raffi menunjuk sekaligus mempercayakan tim modifikator andal untuk membangkitkan citra sedan Eropa tersebut. Berkat arahan dari Team Leader Fernand Andreas, Raffi mengusung konsep ‘Klasik Modern’ serta menunjuk beberapa tuner dan spesialis di sektor modifikasi.

Seperti bengkel restorasi mobil asal Bandung Retouch Pro Autowerkz, bengkel spesialis interior Cabin Car Leather dan beragam produk aftermarket Indonesia seperti produsen cat otomotif Belkote Paints, Velg Rotiform dari Mega Arvia, Audio dari Pioneer, sticker dari Goodfix dan produk Air Suspension AirBFT.

Andre Taulany: Impian Sejak Kecil

Sang penantang Raffi Ahmad dalam kompetisi ini yang juga rekan sesama public figure, Andre Taulany, mengaku kalau sudah lama mengidolakan BMW E30 sejak di bangku SMA. Bahkan, Andre sempat miliki poster mobil tersebut di dinding kamarnya sebagai bagian impian yang mesti diwujudkan. Ia mengaku, pesona BMW E30 sejak dirilis kurun waktu 1982-1994 masih diminati semua kalangan, tak terkecuali generasi muda saat ini.

Foto: IMX

Komedian dan pembawa acara kondang ini juga punya kenangan tak terlupakan saat dirinya sempat memiliki E30 dan harus dijual. Hingga akhirnya ia berkesempatan membeli kembali unit yang menurutnya sebagai childhood dream-nya tersebut.

Dalam membangun mobil modifikasi berbasis BMW E30, Andre memiliki konsep ‘Restorasi & Total Modification’. Pengerjaannya dipercayakan pada tim yang dinakhodai Prasetyo Andi (team leader) dan Om Posma Panggabean dari Private Auto Garage, yang merupakan spesialis modifikasi BMW.

Selain itu juga didukung produk aftermarket serta modifikator kawakan seperti: Johar Yudhanto dari bengkel PAG yang dipercaya mengerjakan overhaul mesin dan konsep modifikasi keseluruhan.

Untuk proses restorasi terkait bodyworks, diserahkan pengerjaannya ke Findy Dony dari bengkel modifikasi Fins Garage. Tercatat, sederet produk modifikasi aftermarket Indonesia turut ambil bagian di proyek impian ini.

Seperti Belkote Paints dan F1 bodyworks, lalu produk Air Suspension AirBFT di sektor kaki-kaki, dan racikan sistem audio dari Venom, serta SPD Jakarta untuk memodifikasi sektor lampu. Garapan interiornya diserahkan ke Vinnci Indonesia.

Mobil Sejuta Umat

Sementara itu, Atta Halilintar menunjukan kesiapan #TeamAshiap dan mengenalkan basis mobil modifikasi Toyota Avanza tahun 2011. Unit Multi Purpose Vehicle (MPV) tersebut didapat Atta dari platform jual-beli Mobil bekas, OLX Autos dalam kondisi standar namun secara kondisi mobilnya masih terbilang layak meski sudah tua tergolong berumur.

Foto: IMX

Tekad YouTuber sekaligus influencer muda ini tetap tinggi menunjukkan kesungguhannya meraih gelar juara. Selain hadirkan konsep modifikasi tidak biasa, saat ini Atta didukung nama besar yang kapasitasnya diakui dalam dunia desain kendaraan internasional, Musa Tjahyono, yang saat ini menjadi Head Designer West Coast Customs.

“Kalau melirik ke basis mobil kontestan lain, mobil mereka memang udah keren. Tapi, #TeamAshiap punya racikan baru. Pokoknya, bikin mobil sejuta umat ini tampil beda dari yang pernah ada di Indonesia. Ahsiappp,” seru Atta Halilintar.

Di momen bersamaan, Atta juga mengenalkan tim modifikatornya yang terdiri dari Tomi Airbrush, produk stiker otomotif Max Decal, produk suspensi udara AirBFT, Venom Indonesia, Masterpiece Car Leather Seat, dan Yoong Motor Jakarta.

Gading Marten:  Terinspirasi dari Iron Man

Foto: IMX

Dibanding para peserta lain, Gading Marten bersama Tim Papa Manja berani memilih sebuah sportcar kelas tertinggi Audi R8 untuk berkompetisi di Black Stone Live Modz Challenge 2022 ‘Perang Bintang’.

Gading Marten bersama Tim Papa Manja bersama dengan Audi R8 Foto: NMAA

Sejumlah konsep jitupun dipersiapkan Gading dan tim untuk hasil optimalnya di ajang Black Stone LiveModz Challenge. Gading mengajak para tuner spesialis dan produsen aftermarket antara lain Reindy Riupassa selaku Head Modificator.

Untuk sektor car entertainment hadir Venom Car Audio, lalu Hardy Classic sebagai spesialis interior. Untuk sektor eksterior, hadir Wetgloss dan Upol Indonesia. Sementara di sektor kaki-kaki, diisi velg HSR Wheel untuk racikan terbaiknya.

Tak lupa, penyematan air suspension AirBFT Indonesia untuk mewujudkan mobil Tim Papa Manja ini semakin rebah ke aspal. Seluruh proses tersebut akan ditutup dengan tahap detailing dan tahap finishing mesin oleh Dressup Garage.

“Pemilihan basis mobil Audi R8 ini sesuai kesukaan gue ke karakter Tony Stark di film superhero Marvel, Iron Man. Nantinya, mobil ini bakal dikonsep gila-gilaan sama tim modifikator. Pastinya, bikin kontestan lain bakal ketar-ketir,” seru Gading Marten.

Uya Kuya: Kembali ke Pakem Awal yang Proper

Pemilihan basis mobil modifikasi di ajang Black Stone Live Modz Challenge 2022 bagi Uya Kuya merupakan sebuah pondasi awal kemenangannya. Untuk itu, Uya justru tidak main-main sedari awal memilih mobil koleksinya, Mazda MX-5 Miata generasi 2.

Foto: IMX

Mobil berkelir pink tersebut memang tergolong nyentrik. Tak heran, jika sang pemilik ingin mengembalikan tampilan JDM Mazda dengan imbuhan modifikasi. Beberapa elemen nyentriknya terlihat dari pemilihan part modifikasi yang justru menggunakan emblem di luar Mazda.

Seperti pintu, lip depan, dan bonnet dilengkapi logo Ralliart, Mugen, dan TRD. “Lihat nih mobil salah asuhan, Mazda tapi belakangnya ada TRD. Terus pintunya Mugen, ada kaki anjing, Ralliart di depan. Mobil apakah ini?,” ujar Uya Kuya sambil tergelak.

Rasa percaya diri Uya semakin bertambah ketika yakin bakal memenangkan Black Stone Live Modz Challenge 2022. Tak tanggung-tanggung, ia mulai menyindir kontestan lain yang juga datang dari kalangan publik figur.

“Oke, mobilnya emang gini tapi nanti hasilnya seperti apa? Ikutin terus ya? Kalau Raffi sama Atta mending enggak usah ikut. Menang duitnya banyak, mending beli mobil di showroom. Gading itu masih anak kemaren sore. Nah, kalau Andre Taulany dia sebenernya pedagang pura-pura kolektor,” sebut Uya sambil tertawa.

Kesiapan Uya dengan punggawa tim produsen aftermarket dan spesialis modifikasi makin memantapkan dirinya meraih gelar juara. Tim modifikator berjuluk Tim Gemes Manja ini dipimpin Rangga Erlangga Polnaja, modifikator sekaligus punggawa ProRock Jakarta.

Kemudian para punggawa lainnya dimulai dengan Lido Jaya Motor untuk tangani sektor bodi, Yoong Motor Group, dan produk cat Belkote Paints, Dice Sticker dan Goodfix. Sektor kaki-kaki akan dimasukkan produk velg DNZ Wheels, hingga ban Delium dari Mega Arvia.

Lanjut di bagian interior, sentuhan modifikasinya dipercayakan ke Axis interior dan Venom Car Audio untuk menangani sektor car entertainment-nya.

Lantas, kejutan seperti apa kelanjutan hasil konsep modifikasi masing-masing peserta untuk bersaing di Black Stone Live Modz Challenge 2022 ‘Perang Bintang’ di OLX Autos IMX 2022?

Pantau terus kabar terbaru, dan tentunya tidak hanya program LiveModz saja, tapi beragam keseruan lain program unggulan OLX Autos Indonesia Modification & Lifestyle Expo 2022 yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center, 1-2 Oktober 2022 nanti!